472 Huntap di Sigi Terkendala Listrik dan Air

169 dilihat

Ditulis oleh

Redaksi

Redaksi

Tim pemantau media

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan pembangunan sebanyak 472 unit hunian tetap (Huntap) di Desa Pombewe, Kecamatan Sigi Biromaru. Sayangnya ratusan huntap tersebut belum memiliki listrik dan air.

“Meski bangunan huntap sudah rampung, namun masih ada kendala fasilitas pendukung seperti listrik dan air bersih yang belum tersedia,” ungkap Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Sigi, H. Iskandar Nongtji di ruang kerjanya, Senin, 15 Maret 2021.

Selain itu kata dia, ada 116 kepala keluarga (KK) yang terdampak bencana belum memenuhi kewajiban. Proses Penyelesaian masih dalam proses validasi dan verifikasi oleh Dinas PUPR dan BPBD Sigi.

Kemudian kata Iskandar, huntap yang dibangun Yayasan Buddha Tzu Chi tahap I di kawasan yang sama, ditargetkan 500 unit, yang baru terbangun 432 unit dan yang sudah diserahkan kepada warga penyintas sebanyak 416 unit.

Kata Iskandar, huntap yang dibangun Yayasan Buddha Tzu Chi masih menunggu peyelesaian infrastruktur pendukung yang dibangun oleh PT Brantas Abipraya.

Meteran listrik sudah tersedia 500 buah dan sudah terpasang di huntap. Informasi tersebut didapatkan dari tim lapangan PLN Senin, 15 Maret 2021.

Untuk penyelesaian huntap kata Iskandar, pihaknya terus berkoordinasi dengan Balai Perumahan Sulteng, PUPR dan Buddha Tzu Chi.

“Pemkab Sigi terus berupaya mempercepat penyelesaian pembangunan huntap di kawasan Desa Pombewe,” katanya.

Untuk kebutuhan air bersih, warga huntap Buddah Tzu Chi masih disuplay oleh Balai Cipta Karya sampai menunggu sumber air dari paneki yang rusak akibat bencana gempa bumi 2018 silam.

Pengerjaan Terlambat

Sementara itu, Humas dan Publikasi BPPW Sulteng, Djoni Eko Prasetyo, mengatakan, untuk wilayah Huntap Pombewe, skema air minumnya memang masih dalam pelaksanaan. Dan yang membuat pengerjaannya agak terlambat karena ada dua pipa di dalam satu galian, yakni pipa untuk air bersih dan untuk pembuangan limbah.

“Dan yang lambat dalam pengerjaan itu, adalah pipa untuk air limbah, yang dikerjakan oleh kontraktor yang berbeda dengan yang mengerjakan pipa air bersih. Jadi pengerjaan pipa limbah harus lebih dalam dari pipa air minum, dan itu yang agak terlambat pengerjaanya,” ucapnya.

“Untuk air munumnya semua bahannya sudah lengkap, tinggal menunggu penyelesaian pengerjaan pipa limbah dulu,” tambahnya.

Eko menjelaskan, untuk sumber air di wilayah huntap Pombewe, pihaknya sudah melakukan pengeboran di tiga titik, dan itu cukup untuk Huntap Pombewe. Dia menargetkan pengerjaannya bisa selesai pada bulan Juni 2021.

“Kami akan berusaha untuk menyelesaikannya di pertengahan bulan Ramadhan,” tambahnya.

“Untuk mengatasi masalah kekurangan air tersebut, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah mobil tangki untuk menyuplai air bersih untuk keperluan warga di wilayah tersebut,” ujarnya.

Khusus untuk listrik, Eko mengatakan, yang menjadikan terlambat diakibatkan belum adannya ketersediaan travo dari pihak PLN.

“Kalau sudah ada, tidak akan lama di kerjakan, dan targetnya juga palinglambat bulan Juni,” tutupnya.

Reporter: Ariston Aporema Sorisi – Djunaedi
Editor: Udin Salim

Tinggalkan Komentar