Pemkot Palu Imbau Penghuni Huntap Tondo agar Tidak Merenovasi Hunian

461 dilihat

Ditulis oleh

Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah mengimbau warga penerima hunian tetap (huntap) di Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore korban bencana gempa, tsunami dan likuefaksi agar tidak merenovasi hunian tersebut.

“Kami berharap warga penerima hunian itu agar menjaga dan merawat keindahan serta kebersihannya, termasuk tidak mengubah sedikitpun bentuk bangunan huntap, kata Kepala BPBD Kota Palu Singgi B Prasetyo, di Palu, Jumat.

Huntap di Kelurahan Tondo yang di bangun Yayasan Buddha Tzu Chi telah diserahkan sebanyak 159 unit kepada penyintas bencana, termasuk 20 Kepala Keluarga yang sebelumnya telah menempati hunian tersebut.

Buddha Tzu Chi menargetkan pembangunan huntap korban gempa, tsunami dan likuefaksi di Palu sebanyak 1.500 unit, begitu pun huntap bantuan pemerintah Filipina dan rakyat Brunei Darussalam melalui Organisasi ‘The ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on Disaster Management‘ (AHA Centre) sebanyak 75 unit telah diserahkan kepada Pemkot Palu untuk selanjutnya di berikan kepada warga penyintas.

“Tahap pertama penyerahan huntap sebanyak 550 unit hunian,” ujar Singgi.

Dia menjelaskan, pemerintah melarang mengubah bentuk hunian tersebut dengan alasan menjaga nilai estetik sebuah bangunan agar tetap rapi dan indah.

“Jika ada rencana renovasi oleh penghuni huntap sebaiknya dikonsultasikan dengan dinas terkait,” kata Singgi menambahkan.

Dia menginginkan seluruh huntap yang ada di lokasi relokasi Kelurahan Tondo atau kompleks perumahan Cinta Kasih Tzu Chi Tadulako agar secepatnya tersambung sarana air bersih sebagai salah satu kebutuhan dasar masyarakat sebagaimana harapan Wali Kota Palu Hidayat.

Dikemukakannya, pemenuhan sarana air bersih ditangani Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BP2W) Sulteng dengan target awal sebanyak 500 hunian.

“Harapan kami, masyarakat yang tinggal di hunian itu tidak lagi memikirkan masalah air bersih. Olehnya kebutuhan penunjang hunian ini harus segera terpenuhi agar mereka nyaman tinggal,” demikian Singgi.

 

Sumber: Antaranews

Tinggalkan Komentar