Percepatan Realisasi Huntap: Pemerintah Merangkul Warga Terdampak Bencana

32 dilihat

Ditulis oleh

Redaksi

Redaksi

Tim pemantau media

Pembangunan Huntap Ganti, Kabupaten Donggala yang sempat terkendala mendorong Pemerintah untuk mengambil langkah strategis. Selain sebagai upaya percepatan realisasi Huntap, langkah tersebut sekaligus untuk meningkatkan kepercayaan Warga Terdampak Bencana (WTB) terhadap Pemerintah, bahwa Pemerintah hadir memberikan solusi tepat bagi WTB melalui pembangunan Huntap.

Strategi

Pemerintah telah menetapkan dua strategi utama guna mempercepat realisasi Huntap bagi WTB. Pertama, melibatkan WTB dalam seluruh tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, dimulai sejak tahapan sedini mungkin.

Dengan pelibatan masyarakat, akan terjalin komunikasi efektif antara WTB dengan pihak terkait, baik melalui pendekatan partisipasi masyarakat maupun fasilitasi pendampingannya. Pendekatan dilakukan untuk memastikan partisipasi masyarakat dalam proses relokasi secara keseluruhan.

Pelibatan masyarakat juga bertujuan agar segala hal terkait desain, teknologi pembangunan, lokasi, proses relokasi, mitigasi dampak—termasuk dampak terhadap mata pencaharian pascarelokasi, dapat didiskusikan dengan WTB calon penghuni Huntap secara partisipatif.

Kedua, membangun komunikasi dengan para pemangku kepentingan. Hal ini bertujuan untuk memastikan komunikasi yang mudah, transparan, langsung, terbuka, dan interaktif sehingga didapatkan umpan balik dalam tahap persiapan dan implementasi proyek. Pendekatan ini dilaksanakan melalui konsultasi langsung secara partisipatif selama proyek berlangsung.

Kemudian, Pemerintah juga berupaya untuk mendorong kerja sama para pihak agar pembangunan Huntap bisa segera terealisasi dengan cepat dan tanpa mengabaikan kualitas. Untuk itu, setiap pihak terkait diharapkan dapat selalu melakukan pemutakhiran informasi secara cepat dan bersamaan.

Dengan langkah dan strategi tersebut, Huntap Ganti dapat segera terealisasi sehingga WTB yang selama ini harus tinggal di Huntara ataupun menumpang pada kerabatnya pun bisa segera menempati Huntap yang, tentunya lebih nyaman dan aman.

Huntara

Seperti diketahui, pascabencana gempa, tsunami, dan likuifaksi yang melanda Kabupaten Donggala, membuat warga kehilangan tempat tinggalnya. Begitu pun, WTB di Kelurahan Ganti, Kecamatan Banawa yang rumahnya hancur dan hanyut saat bencana terjadi.

Kini, dua tahun berlalu sejak bencana, sebagian WTB masih harus berhuni di Hunian Sementara (Huntara) ataupun menumpang di rumah kerabatnya. Huntara di Ganti merupakan 1 dari 7 lokasi Huntara di Kecamatan Banawa. Huntara Ganti juga merupakan bantuan NGO Malaysia bernama Haluan.

Modul bangunan Huntara terdiri dari 3—6 petak dengan luasan 3×3 m per petak. Huntara dilengkapi kamar mandi, WC, dapur umum, dan sarana penampungan air bersih. Seiring waktu, kondisi Huntara sudah kurang layak huni.

Warga Huntara sempat mengalami kesulitan air bersih untuk mencuci maupun memasak dan gangguan aliran listrik. Belum lagi, adanya kekhawatiran akan bangunan Huntara yang hanyut terbawa banjir jika hujan datang.

Belum lagi, bangunan Huntara yang dibangun di atas lahan milik seseorang yang secara rela meminjamkan lahannya dalam waktu dua tahun. Setelah berakhir masa dua tahun, sesuai persyaratan, seluruh aset yang berada di atas lahan tersebut menjadi miliknya. Kondisi inilah yang mendorong Pemerintah untuk menyusun langkah percepatan pembangunan Huntap sehingga WTB pun dapat segera berhuni di hunian yang layak dan aman dari bencana. (pkp)

 

Sumber: Cipta Karya

Tinggalkan Komentar