Huntap Talise Segera Dibangun

11 dilihat

Ditulis oleh

Hunian tetap (huntap) sebanyak 559 unit akan segera dibangun di kawasan Talise. Mulainya pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan infrastruktur permukiman di kawasan Talise, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Senin (26/9).

Pembangunannya dilaksanakan oleh Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksanaan Prasarana Permukiman Wilayah Sulawesi Tengah (BPPW) di atas lahan seluas 46,83 hektare.

Pelaksanaannya menindaklanjuti Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2022 tentang Penuntasan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Gempa Bumi, Tsunami dan Likuefaksi di Provinsi Sulawesi Tengah. Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura menyampaikan sangat berbahagia hari ini karena sudah bisa dilakukan peletakan batu pertama Huntap Talise.

Selanjutnya Bulan November 2022, sudah dapat dimulai pembangunan Huntap Tondo 2 dan Huntap Petobo.
Gubernur Sulteng juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden RI karena sudah menandatangani Inpres Percepatan Rehab dan Rekon dampak bencana alam, gempa bumi dan tsunami Sulawesi Tengah yang dituangkan dalam Inpres Nomor 8 Tahun 2022.

“Untuk terbitnya Inpres ini, saya sudah melakukan segala upaya. Saya selaku gubernur meminta dukungan dari beberapa menteri agar Inpres tersebut bisa terbit. Saya minta dukungan Mensegneg, Mensekab dan beberapa pejabat yang saat ini memiliki kewenangan,” kata Gubernur.

Ia menegaskan, sangat berkomitmen untuk menyelesaikan Rehab dan Rekon dampak bencana utamanya pembangunan hunian tetap.

“Sejak saya dilantik saya langsung tanya apa masalahnya, ternyata lokasi. Sehingga saya langsung bantu sebesar Rp 61 Miliar untuk pembebasan tanah di Sigi, Donggala dan Kota Palu,” ujarnya.

Berdasarkan rilis PUPR, sejak 2019, Kementerian PUPR telah membangun 1.679 unit hunian tetap (Huntap) dan akan dilanjutkan pembangunannya sebanyak 4.089 unit yang salah satu lokasinya berada di kawasan Huntap Talise.

Pekerjaan ini telah terkontrak pada 7 September 2022 dan saat ini telah dilaksanakan persiapan-persiapan untuk percepatan pelaksanaannya.

Di Kawasan Huntap Talise juga akan dibangun RTH yang berfungsi sebagai mitigasi bencana, tempat interaksi sosial, olahraga, dan wisata bagi masyarakat Kota Palu dengan adanya fasilitas yang didukung dengan pemandangan alam yang indah.

Huntap Talise nantinya akan menjadi kawasan hijau yang diimplementasikan melalui gerakan penanaman vegetasi peneduh untuk menyerap polusi sehingga dapat meningkatkan kualitas udara di sekitarnya. Untuk itu, peran Pemerintah Daerah dan masyarakat penghuni Huntap Talise perlu berperan aktif dalam mewujudkannya.

Pembangunan Infrastruktur Permukiman Kawasan Talise Kota Palu didukung pendanaan Bank Dunia melalui Central Sulawesi Rehabilitation and Reconstruction Project (CSRRP), sehingga harus memenuhi persyaratan perlindungan lingkungan dan sosial sesuai standar Bank Dunia serta perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

Kementerian PUPR telah menyiapkan pembangunan Huntap Talise sejak Tahun 2020. Proses penyiapan lahan dan penyusunan Dokumen Penyediaan Lahan (LAP) yang kemudian atas permintaan Bank Dunia untuk diubah formatnya menjadi Due Diligence Report, telah melalui proses yang panjang dan dilakukan secara kolaboratif antara Pemerintah Kota Palu, stakeholder terkait dan Kementerian PUPR.

Untuk itu, Kementerian PUPR mengajak seluruh pihak saling bahu membahu untuk mengawal Pembangunan Infrastruktur Permukiman Kawasan Talise Kota Palu dan melaksanakan action plan yang telah disepakati dalam dokumen tersebut.

Selain itu, setelah infrastruktur ini selesai dibangun, agar dapat segera dilakukan serah terima kelola sehingga pemanfaatannya dapat terarah dan terjaga dengan baik yang didukung dana operasi dan pemeliharaan oleh Pemerintah Kota Palu.

 

Sumber: Kumparan

Tinggalkan Komentar